Terlalu Dini Menjadi Remaja

Terlalu Dini untuk mejadi seorang remaja menurut gue adalah sebuah topik yang perlu diperbincangkan di saat-saat ini. Sebenarnya dari dulu gue ingin membahas salah satu penyakit khusus usia anak-anak ini, tetapi berhubung blog gue baru selesai di maintenance dan dirombak ulang, karena itu baru sempat mempostingnya :).
Penyakit, iya gue menyebut fenoma ini sebagai penyakit karena tentu sesuatu kejadian yang sudah diluar batas normal bisa dikatakan sebagai sebuah penyakit. Kalau mungkin bisa dikategorikan, penyakit ini masuk ke dalam kategori penyakit khusus dan menular. Khusus karena penyakit ini khusus menjangkit orang dengan usia masih anak-anak. Terlalu dini menjadi remaja disini dimaksudkan kepada anak-anak se-usia mereka yang seharusnya masih sedang asik-asiknya membaca catatan-catatan pelajaran di sekolah, tetapi malah asik membaca chat-chat BBM dari pacarnya. Yang seharusnya belajar kelompok dengan teman-temannya di rumah, malah asik nongkrong di mall dengan gebetannya. Dimana di usia segitu seharusnya lagi asik bermain dengan teman, tetapi asik bermain dengan gadget. Dan mungkin masih banyak contoh-contoh lain yang bisa ditemukan di sekitar kita. 
Memang sepenuhnya gue tidak bisa menyalahkan anak-anak yang terjangkit penyakit ini, menurut gue fenomena ini bisa terjadi karena perkembangan jaman atau teknologi yang tidak disertai dengan kesadaran. Kesadaran akan fungsi dari teknologi, memfungsikan teknologi dengan batasan seusia mereka. Kesadaran akan kewajiban utama mereka, dan yang terpenting adalah kesadaran dari orang tua untuk memperhatikan serta membimbing anak-anaknya. Terkadang ada orang tua yang terlalu memanjakan anaknya, entah itu dengan alasan sangat sayang, tidak ingin anaknya menjadi gaptek, tidak ingin anaknya ketinggalan jaman, sehingga apa yang diinginkan oleh si anak selalu dituruti. Salah satunya memiliki gadget, yang dimana itu akan membuka gerbang bagi mereka menuju hal yang tidak wajar di usia seperti mereka. Contoh nyata hal yang tidak wajar disini adalah banyak kasus anak SMP yang sudah hamil diluar nikah. Hal ini bukan masalah sepele, ini masalah serius yang harus mendapat perhatian lebih. Kalau ini dibiarkan begitu saja, mungkin kata "Anak-anak sebagai penerus Bangsa" akan tidak pernah ada lagi. Penerus Bangsa, ya itu bibit-bibit calon penerus Bangsa adalah anak-anak. Dan ada lagi hal yang sering gue temui dan itu hampir setiap hari, adalah anak-anak sudah mengenderai sepeda motornya sendirian. Sudah jelas seusia mereka belum ada yang mempunyai SIM, gimana bisa punya SIM umur saja belum sampai 17 tahun. Gue merasa mereka menomor duakan masalah keselamatan. Entah apa alasan dari orang tua mereka membiarkan anaknya mengendarai sepeda motornya dengan sendirian, apakah supaya simple? Supaya tidak repot-repot mengantarkan mereka setip pagi 6 kali dalam seminggu ke sekolah?. Menurut gue disini kunci utamanya adalah kesadaran. 


Blog, Updated at: 12:50 PM

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak dan sopan. Tidak diperbolehkan menggunakan kata-kata yang mengandung SARA. Komentar akan melalui moderation terlebih dahulu, jika terdapat kata-kata yang tidak sesuai ketentuan, maka komenar tidak dapat ditampilkan. Mari Saling berkomentar dengan baik :)